Senin, 26 Maret 2018 0 komentar

bagiku kita adalah

kesepian yang menjadi riuh dalam hujan dan malam
genggaman sepanjang jalan saat akan terpisahkan
pelukan yang hangat saat rindu tak terbendungkan
senja yang sedih sebab akan melepas cahaya
kabut yang tebal dipuncak bukit hingga kita tersesat atau mungkin sengaja tersesat agar tak pernah kembali pada segala apa yang menyakiti

bagiku kita adalah mimpi enggan terjaga
Jumat, 16 Maret 2018 0 komentar

miris

suatu hari ia berkisah perihal kekasih yang menghianati kasih
(1)
tentang saudara laki-laki harapan keluarga, yang hobinya mabuk-mabukan, anak istrinya jadi tak nyaman, terus saja jadi perbincangan, semua berulang bahkan terkadang tak butuh alasan
zaman dan pergaulan telah jauh meninggalkan iman
(2)
tentang seorang suami yang telah ribuan malam dalam resah tak lagi pernah menjamah
entah karena bosan, ataukah pelukan diluar sana lebih menghangatkan
namun lebih pantas disebut kelainan
sebab pernikahan baginya hanya sebatas gelar agar dibilang punya pasangan
disandang tanpa pernah diajak ke ranjang
(3)
tentang seorang ayah yang menjadi kebanggan sejak kecil, tokoh paling dipuja dalam keluarga, lelaki yang paling sering memberikannya pelukan saat diluar sana dunia menjadi begitu menyakitkan
namun kini lelaki itu menjadi orang yang paling memberikan ingatan tentang rasa sakit yang di setiap pertemuan menjelma jadi kebencian, saat menggadaikan cinta dan kepercayaan keluarga kecilnya pada wanita muda yang menawarkan selangkangan

sebagai saudari, istri dan putri, ia melakoni peran miris dari ketiganya
demi nama keluarga
demi nama belakang anaknya
demi nama yang pernah mengantarnya pada akad
Minggu, 12 November 2017 0 komentar

episode entah



tanpa rencana kita pernah sedekat helaan nafas yang begitu lekat
lalu sekejap mata menjauh sejauh hal yang tak mungkin terengkuh

seperti itulah kita,
hanya bisa mengisah lalu resah
mencoba saling melukai tanpa berdarah
seperti itulah kita,
alih-alih berpisah namun terus saja dirundung gelisah
setelah itu salah satu dari kita akan punah atau setidaknya hancur bagai remah,
ah, mungkin keduanya...

mungkin kita terlalu sempurna untuk dipersatukan, sebab bisa menyaingi Tuhan
atau mungkin terlalu banyak keburukan jika bersama, sebab kebaikan kita perlahan akan lenyap terendap
atau bisa saja, semuanya sedang diramu oleh waktu....

bersabarlah
menjadi asinglah pada hidup untuk sementara
atau kau memilih mati untuk kelak bangkit diakhir episode
Minggu, 01 Oktober 2017 0 komentar

teduh


Sore itu dipelataran masjid, hanya ada kita, kau dan aku juga langit yang hampir magrib. Aku yang kembali mencari hati dan engkau yang pergi demi hati.
Kita sama-sama ingin berdamai dengan hati, bukan.

Malam itu disebuah tempat yang masih asing, hanya ada kita yang mencoba tak saling asing, kau dan aku juga jalanan kotamu yang sempit dan temaram. Aku yang gelisah mengulang kisah, dan kau yang merasa bersalah pada setiap resah.

Subuh itu kotamu diguyur hujan, sisa malam yang kedinginan, hanya ada kau dan aku juga jalanan basah yang meresah. Aku akan pergi dengan hati yang kau bungkus rapih, dan kau tetap tinggal demi mimpi yang harus ku mengerti.

Kisah kita tertalu rumit untuk dipahami, ada banyak jalan yang tak menemui ujung, ada banyak sentuhan yang tak perlu alasan, juga ada banyak mimpi belum menepi
Selasa, 02 Mei 2017 0 komentar

akan kembali menunggumu dengan ribuan do’a



Aku punya banyak do’a, tapi masih juga takut saat setiap putaran waktu mereka renggut dengan paksa, seperti membakar api dicakrawala agar kokok lebih cepat terbit dari biasanya.

Maka aku memilih terjaga sepanjang malam, melahap pulasmu lebih dalam, mereguk aromamu hingga tersedak, agar keesokan hari, lapar dan dahaga tidaklah terlalu menyiksa.

Sebab hari ini waktu akan kembali berdetik dengan lambat. Lalu aku akan kembali menunggumu dengan ribuan do’a


ode sendranto
Selasa, 17 Januari 2017 0 komentar

Kopi Hujan


Hujan selalu saja dapat mengisi gelas
kopimu dengan kenangan-kenangan yang benar-benar pahit atau sekedar menyisakan manis diujungnya

semua tergantung cara kita menikmati dan mensyukurinya

#odesendranto
 
;