Minggu, 01 Oktober 2017 0 komentar

teduh


Sore itu dipelataran masjid, hanya ada kita, kau dan aku juga langit yang hampir magrib. Aku yang kembali mencari hati dan engkau yang pergi demi hati.
Kita sama-sama ingin berdamai dengan hati, bukan.

Malam itu disebuah tempat yang masih asing, hanya ada kita yang mencoba tak saling asing, kau dan aku juga jalanan kotamu yang sempit dan temaram. Aku yang gelisah mengulang kisah, dan kau yang merasa bersalah pada setiap resah.

Subuh itu kotamu diguyur hujan, sisa malam yang kedinginan, hanya ada kau dan aku juga jalanan basah yang sepi. Aku akan pergi dengan hati yang kau bungkus rapih, dan kau tetap tinggal demi mimpi yang harus ku mengerti.

Kisah kita tertalu rumit untuk dipahami, ada banyak jalan yang tak menemui ujung, ada banyak sentuhan yang tak perlu alasan, juga ada banyak mimpi belum menepi


ode_sendranto
Selasa, 02 Mei 2017 0 komentar

akan kembali menunggumu dengan ribuan do’a



Aku punya banyak do’a, tapi masih juga takut saat setiap putaran waktu mereka renggut dengan paksa, seperti membakar api dicakrawala agar kokok lebih cepat terbit dari biasanya.

Maka aku memilih terjaga sepanjang malam, melahap pulasmu lebih dalam, mereguk aromamu hingga tersedak, agar keesokan hari, lapar dan dahaga tidaklah terlalu menyiksa.

Sebab hari ini waktu akan kembali berdetik dengan lambat. Lalu aku akan kembali menunggumu dengan ribuan do’a


ode sendranto
Selasa, 17 Januari 2017 0 komentar

Kopi Hujan


Hujan selalu saja dapat mengisi gelas
kopimu dengan kenangan-kenangan yang benar-benar pahit atau sekedar menyisakan manis diujungnya

semua tergantung cara kita menikmati dan mensyukurinya

#odesendranto
Kamis, 12 Januari 2017 0 komentar

jemuran




ia bergelantungan menanti kekeringan
berharap saja tak turun hujan
sebab dilemari sang tuan
hanya tersisa sarung dan dalaman


ode_sendranto
Selasa, 04 Oktober 2016 0 komentar

Pertemuan

"Bertemu itu hanya masalah waktu,   bersabarlah menunggu, percayalah bahwa kelak pertemuan itu akan melebihi rindu"

Aku menemuimu hari ini dengan segenap rindu dari doa-doa yang setia mengisi sepi, hingga benarlah adanya pertemuan ini adalah sebagian kecil dari apa yang terkabulkan, sebab lebih dari itu Tuhan telah menjaga rindu ini tetap tumbuh dan mengakar, menjaga setiap saat yang lewat tanpa senyuman diawal pagi ataupun peluk yang menjaga lelap disisa malam yang semakin gelap...

Pertemuan ini menjaga kita dari lupa,  lupa tentang bagaimana rasanya rindu


ode_sendranto (abi zha)
Sabtu, 27 Agustus 2016 0 komentar

tentang dirimu


menceritakan tentang dirimu
seperti mengurai satu-persatu semua penyesalan
menumpahkan seluruh peluh dan air mata
juga mengubur dalam-dalam segenap kerinduan

 
;