Senin, 25 April 2011 0 komentar

Gempa kendari, Gempa Gegerkan Masyarakat Kota Kendari

Foto gempa kendari
Foto terbaru gempa kendari
Foto gempa kendari terbaru



Kendari, Gempa yang menggoncang Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, hari ini sempat membuat panik seluruh masyarakat kotakendari. Hal ini dikarenakan ada isu bahwa gempa akan mengakibatkan tsunami, ditambah lagi kekuatan gempa yang lebih besar dari biasanya pernah terjadi. Jalanan menjadi macet seketika, banyak sekolah yang memulangka muridnya, suasana kampus juga menjadi lengang, sementara di berbagai SPBU antrian memanjang karea banyak yang hendak mempersiapkan bahan bakar jika terjadi sesuatu akibat dari gempa seperti kabar yang beredar, di beberapa tempat masyarakat juga ada yang terlihat sudah membawa barang-barangnya menuju ke daerah yang lebih tinggi, beberapa tempat yang dekat dengan teluk kendari warganya ada yang telah mengungsi membawa anggota keluarganya.

Ujian nasional (UN) setingkat sekolah menengah pertama (SMP) serentak dilakukan. Di Kendari, Sulawesi Tenggara UN batal dilakukan akibat gempa.

"Kami disuruh pulang, ujian nasional hari ini batal dan akan dilaksanakan besok," kata salah seorang siswa peserta ujian Arif dari SMP 10 Kendari di Kendari, Senin (25/4).

Mata pelajaran yang akan diujikan pada hari pertama adalah Bahasa Indonesia. Akibat gempa, siswa peserta ujian nasional setingkat SMP berlarian meninggalkan ruangan. Mereka panik kembali ke rumah tetapi kesulitan karena tidak ada jemputan dan mobil angkutan penumpang sepi.

Kendari, Sultra diguncang gempa berturut-turut dirasakan warga sebanyak lima kali mulai pukul 06.07 WIB, gempa dengan kekuatan 6,0 Skala Richter (SR), tercatat mengguncang Kendari, Sulawesi Tenggara. Pusat gempa berada pada 4.40 derajat lintang selatan (LS) dan 122.82 bujur timur (BT) dengan kedalaman 18 kilometer.

Lokasi pusat gempa 55 kilometer tenggara Kendari, Sulawesi Tenggara, 120 kilometer timur laut Baubau, Sulawesi Tenggara, 265 kilometer tenggara Soroako, Sulawesi Selatan, dan 312 kilometer tenggara Singkang, Sulawesi Selatan.

Gempa susulan dengan kekuatan 5,2 Skala Richter (SR), Senin pagi, kembali mengguncang Kendari. Situs Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan gempa tersebut terjadi pada pukul 06.25 WIB.

Pusat gempa berada pada 4.11 derajat lintang selatan (LS) dan 122.61 bujur timur (BT) dengan kedalaman 20 kilometer.

Lokasi pusat gempa 16 kilometer tenggara Kendari, Sulawesi Tenggara, 150 kilometer timur laut Baubau, Sulawesi Tenggara, 226 kilometer tenggara Soroako, Sulawesi Selatan, dan 287 kilometer tenggara Singkang, Sulawesi Selatan.

Koordinator BMKG Sultra Adi Setiadi mengatakan kedua gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Video Terbaru Gempa Kendari, video gempa kendari, gempa kendari video
Action0091.3gp - 190 KB
Action0093.3gp - 282 KB
Action0094.3gp - 283 KB

25/4/2011
sebagian sumber dari Berita liputan 6
Sabtu, 03 Juli 2010 2 komentar

mata air mata

kini ada mata yang selalu terbasuh air mata
dalam kita yang belajar saling mengenal
hingga menjadikan mata kita tak lagi nanar
meski tercemar debu di tiap jalan yang menebar

berharap air mata tak menjadikan lemah dalam lelah
yang setiap saat bisa membawa hanyut dalam larutnya
sampai terhempas ke karang-karang yang tajam
hingga menenggelamkan perahu kertas yang kita lepaskan dengan doa di bibir pantai

sungguh,
tiap tetes akan melawati garis kelopak
lalu menuju ke tiap sudut mata
hingga membentuk bening dan menggenang disana

biarkan ia jatuh dan meneteskan semua beban ke wajah kita
agar tiap kerut-kerut di alirinya
bisa menceritakan berbagai kisah lewat mata dan raut kita
saat nanti kita telah menua bersama
0 komentar

kisah hari ini

Sebelum hari ini berakhir
mari buat sebuah kisah untuk di tulis
tentang niat yang tak tersentuh beda
atau tentang benak yang menyatukan kita

lalu kau beri sapa pada asing
yang mengajak larut sebuah takut
dan kau seduh tawa menjadi sebungkus permen
tanpa rasa yang sepat menyisa diujung kulum

sampai disisa waktu yang berdetak
senyum masih merekah dibalik tirai senja
sampai terang bertemu gelap
kita menyusuri tapak dalam malam

dari obrolan yang tertukar
pikiran yang menular
beberapa debat berujung gumam
sampai bayang kita menyatu dalam temaram

kisah akhirnya tercipta tanpa rencana
dalam kita yang terpikat geliat
1 komentar

sebuah sajak bumi dan manusia

andai tanah bisa menghitung tiap jejak
andai pohon bisa meninggalkan dahan
mematahkan ranting
atau menggugurkan daun

atau jika saja udara bisa menghela nafasnya
dan laut dapat memisahkan mata air dari sungai
maka tak perlu hari ini bumi menangisi alam
yang semakin rapuh dalam usianya


tak perlu daratan menjadi sebuah kolam
yang membenamkan segala air mata
tak perlu gunung meruntuhkan dirinya serupa sujud kepada alam
yang menimbun segala pedih kedalam lumpur

atau mungkin memang itu yang harus terjadi
karena manusia yang menjadikan lupa sebagai hidupnya
atau memasang topeng kertas yang menutupi wajahnya
untuk mengeruk seluruh isi alam kedalam perut dan kantongnya

dan ketika waktu telah tiba
mereka akan memuntahkan seluruh isi perutnya kedalam lahat
merobek tiap lapis kantongnya untuk dijadikan kafan menutupi mayat kerabat
atau mengalirkan air matanya untuk mencairkan darah yang mengental

earth day_22 april
0 komentar

mozaik cantik dalam retak

sepenuh diriku terhentak dilantai bersama benda yang kau jatuhkan dalam kataku
sempat terpisah sesaat benak dari otak
ada sesal memunguti setiap jejatuhan
sembari merapal doa menyusun retak hingga menyerupa mozaik

sayang jika itu menjadi celah bagi setitik lemah
karena celah ini adalah tempat kita mengisi kuat
agar tembok kokoh yang sedang terbangun
tak menjadi rentan karena usia

dan jika nanti kita tak kuat lagi menahan benda itu kembali jatuh
maka biarkanlah ia jatuh...
karena mungkin kita akan kembali memunguti doa yang lain
untuk kita susun menjadi mozaik lain yang lebih cantik dalam retak
0 komentar

sabar

hari ini ada banyak sabar untuk diserap
yang terlewat sadar ketika itu terhampar
mungkin karena pandang telah tercemar nanar
atau hati mulai bergelut gusar

mari belajar dari kisah waktu yang mendesak detik dan menit
dari penantian yang tak menemu rupa dalam jarak
dari harap dan janji yang terbatas sempat
atau dari luka berlapis duka

mungkin ia punya batas berbeda ditiap sesak
sesekali kadang tertumbuk tembok dalam ruang benak
namun yakin itu akan menjadi pijar
keika kita telah belajar melukis sabar dalam berbagai gambar
 
;